Sajak Para Pecandu

Sajak Para Pecandu

Karya

Thomas Steven

(Mahasiswa Prodi Hukum UNIMUDA Sorong)

Kami adalah para pemburu,

pemburu segala arah kebenaran,

pemburu yang haus akan nasehat,
bukan sekadar ingin,
kami menggali arti di balik asap,
menemukan ketenangan dalam riuhnya dunia yang menghakimi.

Malam menjadi sahabat,
keheningan menjadi ketagihan kedua,
di antara detak jantung yang tak jelas tuju,
kami meneguk pelupa,
menyalakan harapan yang cepat pudar.

Dikatakan, kami tiada.
Namun kami hanya bernaung,
di tempat yang tak lagi namanya,
di antara kesadaran dan keinginan untuk melarikan diri
dari luka yang enggan sembuh.

Kami sadari, pagi akan membangunkan.
Namun di balik setiap cahaya,
terdapat doa yang tak sempat terucap,
ada sosok yang mendambakan pulang,
meski tak mengetahui arah rumah.

Kami hidup diantara dua hembusan napas:
yang satu ingin berhenti,
yang lainnya memaksa untuk terus hidup.
Kami tertawa di tengah sisa-sisa sesak,
menyembunyikan air mata di balik tawa yang retak.

Orang berkata, kami lemah.
Tetapi mereka tidak memahami
betapa beratnya menahan kesunyian
yang terus menggaung dalam dada,
betapa sulitnya melawan diri sendiri
yang terus memanggil kenangan yang telah berlalu.

Ada nama yang kami lupakan,
wajah-wajah yang perlahan menghilang,
janji yang suatu waktu kami buat
dan satu per satu kami ingkari.
Namun di antara abu dan sisa bara,
masih ada sedikit cahaya—
kecil, rapuh, namun belum padam.

Kami bukan pahlawan, juga bukan korban,
kami hanyalah insan
yang tersesat dalam pencarian arti pulang.
Jika suatu saat kami berhenti,
bukan karena kalah,
tetapi karena menyadari akhirnya:
kerinduan yang kami cari
bukan pada dunia,
tetapi kepada diri kami yang pernah hilang.

Jangan hukum kami dengan pandanganmu,
karena bagi kami, hidup ini juga candu,
kadang pahit, kadang manis,
kadang membuat kita lupa arah,
tetapi selalu ingin kami alami
hingga akhir.

Dan jika suatu hari kami memang menghilang,
jangan tangisi nama-nama kami,
cukup doakan,
semoga di dunia lain,
kami menemukan ketenangan
tanpa perlu meneguk pelupa.