KEMISKINAN DAN PENDIDIKAN
Jasinta Maria Adolfina Mities
(Mahasiswa Prodi PGSD UNIMUDA Sorong)
Sebagian orang beranggapan bahwa hanya orang-orang kaya lah yang bisa menempuh pendidikan sampai mendapatkan gelar sarjana, sedangkan orang-orang miskin tidak punya pilihan selain mewarisi kemiskinan dari orang tuannya, akan tetapi Sebagian dari orang-orang kaya berfikir bahwa Pendidikan itu tidak penting sama sekali dan sebaliknya orang-orang miskin berfikir bahwa Pendidikan itu sangatlah penting untuk merubah derajat dan martabat keluarga nya.
Ada kesan bahwa saat ini kesempat menuntut ilmu di sekolah formal hanya bisa dirasakan oleh anak-anak dari kalangan orang yang kaya, padahal itu salah besar karna kenyataannya anak-anak dari keluarga miskin juga memiliki kesempatan untuk bersekolah, yang terpenting ialah niat dan kemauan, bukan dari mana asal mu berada, dari keluarga kaya ataupun dari keluarga miskin. Biasanya orang Pendidikan tidak mau miskin, tetapi kalaupun miskin kita harus bermanfaat bagi orang lain.
Kita tidak bisa memilih di lahirkan dari keluarga kaya maupun miskin, dari keluarga yang menjunjung tinggi nilai Pendidikan atau keluarga yang tidak sama sekali, kita tidak pernah tau, tetapi Pendidikan itu sangatlah penting, dalam sebuah perjalanan jika dikatakan miskin dan di pandang miskin harta tidak perlu resah atau takut karna yang lebih utama yang kekal adalah ilmu sampai akhir hayat tidak pernah habis dan tak pernah mati. Maka tidak masalah kita habis harta yang dimiliki karna untuk biaya Pendidikan. Ilmu yang kita miliki itulah yang dapat mengangkat derajat hidup kita.
Ada beberapa factor yang biasanya orang miskin enggan untuk bersekolah mencari ilmu, yang pertama adalah factor biaya , mahal nya Pendidikan di Indonesia yang membuat mereka enggan untuk menempuh Pendidikan, padahal ada banyak jalur yang bisa di tempuh untuk mendapatkan Pendidikan , contohnya yaitu dengan jalur prestasi beasiswa, yang kedua kurang nya pengetahuan , orang miskin masih kurang dalam pengetahuan yang membuat mereka berfikir bahwa tidak penting untuk menempuh Pendidikan dan memilih bekerja di usia dini, padahal kenyataan nya adalah dengan berpendidikan dapat memiliki ilmu yang bisa di gunakan untuk mecari pekerjaan yang lebih baik dan berguna untuk orang lain. Yang ketiga sikap putus asa pada keadaan , kebiasaan orang miskin ialah mudah menyerah atau putus asa kepada keaadan, kebiasaan seperti itulah yang menyebabkan banyak anak-anak tidak bersekolah. Di Indonesia sendiri masih banyak anak yang berhenti sekolah ataupun banyak dari mereka yang tidak sekolah sama sekali di karena orang tua yang tidak sanggup untuk membiayai Pendidikan,
Miskin ilmu lebih buruk daripada miskin harta, jika miskin ilmu kita merasa paling benar padahal paling terbelakang dalam ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya pentingnya ilmu, harta bisa saja kita cari, bekerja dari pagi sampai malam tetapi semua itu bisa dengan mudah hilang atau habis , beda lagi dengan ilmu, kita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengenyam Pendidikan untuk belajar mencari ilmu , dan sampai kapapun ilmu tidak akan pernah habis.(ALS)