Perkembangan Teknologi di Bidang Peternakan

Perkembangan Teknologi di Bidang Peternakan

Perkembangan Teknologi di Bidang Peternakan

Yusup Sopian, M.Sc. (Dosen Prodi Peternakan, UNIMUDA Sorong)

Sistem produksi peternakan merupakan sebuah unit kompleks yang terbagi oleh empat pilar yang meliputi nutrisi dan ilmu pakan, breeding dan reproduksi, teknologi hasil dan sosial ekonomi peternakan. Pilar-pilar ini harus berjalan dan saling mendukung untuk mendapatkan produktivitas peternakan yang optimum dan berkelanjutan. Breeding dan reproduksi adalah pilar dasar yang dapat mendapatkan bibit yang unggul dengan sifat yang diinginkan dan dapat dikembangkan.

Saat ini, kegiatan breeding ternak didominasi oleh ilmu pengetahuan dan tekonologi. Ada beberapa alasan atas perubahan ini yaitu industri peternakan telah mengadopsi prinsip ilmu pengetahuan dan pengamatan dengan pengukuran dan penilaian (jogrog) telah tergantikan oleh kalkulasi dan prediksi ilmiah. Selain itu, pengembangan bioteknologi saat ini sangat pesat. Teknologi ini secara umum terbagi ke dalam dua kategori, yaitu reproduksi dan molekuler. Kedua teknologi ini tidak semuanya baru, misalnya inseminasi buatan telah dikenalkan pada tahun 50-an pada sapi potong. Tidak ada keraguan pada teknologi tersebut yang memiliki pengaruh pada rata-rata perbaikan mutu genetik sapi perah dan merupakan struktur yang penting dalam program breeding ternak.

Teknologi seperti super ovulasi, fertilisasi buatan, embiro transfer, kloning individu, kloning gen, dan seleksi menggunakan marker DNA telah banyak dikaji. Beberapa teknologi diantaraya sudah diaplikasikan, pengembangan lebih lanjut atau menunggu permintaan. Akhirnya, perkembangan komputer dan teknologi informasi yang cepat sangat berpengaruh pada koleksi data dan prosedur ovulasi pada populasi peternakan, sehingga dapat dibandingkan nilai pemuliaan dari persilangan kelompok, bangsa atau negara.