Celoteh Empat Mata

Celoteh Empat Mata

Karya

Michael Ngutra

(Mahasiswa Prodi Hukum UNIMUDA Sorong)

Bagaimana aku bersandiwara dengan embun, agar dia tidak menetes malam ini.

Padahal aku sudah mengirim pesan pada bulan untuk membujuk sang embun.

Dia menolak berselingkuh dengan bulan.

Dia akan tetap setia dengan rerumputan yang selalu menanti bersama ganasnya mentari.

Embun selalu datang pada rerumputan walau rumput sudah kosong hangus terbawa hujan dan angin, terombang-ambing bersama gelombang karena tangan jahil.

Embun selalu datang, berpelukan bahagia dengan sang rumput sampai sirna dikejar mentari.

Dia selalu melawan tiada takut, dia pun selalu datang lagi, lagi, lagi dan lagi.

Ah, tapi aku bukanlah rumput ataupun rembulan aku adalah engkau.

Aku dan engkau tidak akan pernah sirna seperti embun dan rumput yang dikejar mentari, karena aku dan engkau telah menjelma menjadi kita, selalu setia bersama bulan, mentari, embun dan rerumputan.