Mengurai COVID-19

Mengurai COVID-19

Dian Septy Andhini

(Program Studi PG-PAUD FKIP Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong)

          Tahun lalu kasus pertama covid-19 ditemukan di Indonesia karena adanya dua warga lokal yang berjumpa dengan warga negara Jepang. Pada awal kemunculan virus covid 19. terjadi lonjakan harga masker yang di luar nalar manusia, sehingga layaknya memeras uang rakyat untuk membelinya, karena di sisi lain rakyat membutuhkannya, tetapi disisi lain pemerintah tidak menyediakannya. Saat itu juga masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang sumber penghasilannya hanya bergantung dengan hasil dagangannya dipaksa berhenti dengan alasan untuk mengurangi penyebaran covid tanpa menanggung biaya hidup mereka.

          Munculnya covid di Indonesia sangat berpengaruh pada penyusutan ekonomi yang hampir 5% dan kehilangan pengeluaran ekonomi sebesar 12 triliun rupiah. Tentu saja ini menjadi PR bagi pemerintah, di sisi lain kasus lonjakan kasus covid terus meningkat hingga pada Januari 2021 tercatat 61.260.00 positif covid dan 1.280.00 meninggal dunia. Di antara banyaknya korban tersebut yang paling banyak terjangkit didominasi oleh masyarakat yang sudah lanjut usia karena kondisi tubuh yang rentan dan mudah terserang penyakit sehingga virus ini sangat mudah menyebar ke tubuh mereka. Walaupun masyarakat yang sudah lanjut usia mudah terjangkit, tidak menutup kemungkinan remaja dan anak-anak terjangkit virus ini, namun peluang untuk terjangkitnya sangat kecil yaitu sekitar 20%. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan anak-anak muda agar tidak merasa menjadi “orang yang tidak akan terkena oleh virus corona atau kalaupun terkena akan baik-baik saja” karena potensi terjangkitnya virus ini sangat dipengaruhi oleh interaksi secara langsung. Seperti yang kita ketahui dan diberitakan bahwa virus ini mudah menyebar dari orang ke orang karena bersentuhan atau berinteraksi tanpa menggunakan protokol kesehatan. Kasus serupa juga terjadi di Kota dan Kabupaten Sorong, lonjakan kasus covid karena masyarakat tidak memperhatikan protokol kesehatan. Sumber data JHU CSSE COVID-19 kasus paling tinggi di Kabupaten dan Kota Sorong terjadi pada 18 juli 2021 dan tercatat ada 44.721 kasus baru. Kasus kematian akibat covid paling tinggi di sorong terjadi pada 2 agustus 2021 yaitu sekitar 1.771 kasus meninggal dalam kurun waktu seminggu, angka kematian terbanyak dalam seminggu pada tahun ini dan di kota ini.

         Langkah awal pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan mengadakan vaksin gratis ke seluruh masyarakat Indonesia dan juga melakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Namun, kasus positif terus mengalami peningkatan hingga pada Juli 2021 dan diberlakukan PPKM darurat yang membuat perekonomian menurun drastis seperti bangkrutnya pedagang pasar karena dilarang membuka lapak jualan hingga ditutupnya pusat-pusat perbelanjaan seperti mall dan lain-lain.

         Pada akhir tahun 2021 tercatat ada 2 warga Negara Indonesia yang terjangkit virus covid-19 varian omicron. Peningkatan kasus itu sangatlah cepat dan tercatat pada 20 Desember 2021 sudah 60 orang warga Negara Indonesia yang terjangkit. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, mengingat kasus covid selalu mengalami lonjakan ketika mendekati hari besar dan kasus itu seakan hilang ketika hari biasa.

         Peran pemerintah dan masyarakat sangatlah penting untuk menyelesaikan kasus Covid-19, untuk mewujudkan itu dibutuhkan kejujuran dari pemerintah dalam penanganan kasus dan ketaatan masyarakat terhadap aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah agar penyebaran dan lonjakan kasus yang terjadi di indonesia segera menurun sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan dengan normal seperti biasanya.