Kendala dan Upaya Mengefektifkan Pembelajaran Daring
Kendala dan Upaya Mengefektifkan Pembelajaran Daring
Farida Rosmiana
(Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNIMUDA Sorong)
Sejak mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia, segala sesuatu dilakukan dari rumah. Mulai dari ibadah, kerja, belajar, bahkan belanja. Semua aktivitas diluar rumah mulai dikurangi. Awalnya, sekolah libur, perkantoran libur, dan tempat-tempat umum ditutup. Tapi itu tidak akan terjadi dalam waktu yang lama, karena kehidupan manusia tetap harus berjalan dan manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk social. Untuk melanjutkan kegiatan seperti biasanya ditengah pandemi seperti sekarang ini, banyak kebijakan yang dibuat untuk meminimalisir menularnya virus Covid-19. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.
Pemerintah terkhususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud akhirnya juga membuat kebijakan untuk kembali melaksanakan proses pembelajaran yaitu secara daring atau online. Ada salah satu poin yang membahas tentang proses pembelajaran daring dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu “Dosen, guru, mahasiswa, dan peserta didik dapat melakukan aktivitas belajar mengajar dengan bekerja dari rumah via konferensi video, dokumen digital, dan sarana online lainnya”.
Dibalik kemudahan yang diperoleh dari pembelajaran daring tentu tetap ada kendala yang dialami, baik bagi guru maupun peserta didik. Berikut adalah beberapa kendala dari pembelajaran daring. Pertama, guru dan peserta didik harus mengunduh beberapa aplikasi yang dapat membantu proses belajar mengajar. Kedua, tidak semua peserta didik memiliki gawai atau biasa disebut gadget. Ketiga, belum meratanya ketersediaan jaringan dibeberapa provinsi di Indonesia. Keempat, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kelima, tidak semua orang tua dapat membimbing anak-anak nya saat pembelajaran daring. Dan tentu masih banyak kendala-kendala lain yang ada pada proses pembelajaraan daring.
Sudah kita ketahui bersama bahwa beberapa lokasi atau daerah di Indonesia yang belum memiliki akses internet. Juga adanya kendala dari kuota, di masa pandemi seperti ini tentu perekonomian bagi beberapa keluarga mengalami kesulitan. Untuk kebutuhan sehari-sehari saja mereka masih kekurangan apalagi dengan bertambahnya penggunaan kuota. Tapi pada bulan September, Kemendikbud memberikan bantuan kuota belajar setiap bulannya bagi seluruh pelajar dan mahasiswa di Indonesia meskipun belum merata.
Interaksi yang kurang antara guru dan peserta didik membuat peserta didik kesulitan dalam memahami pelajaran yang disampaikan. Kemudian guru akan memberikan tugas sebagai lanjutan dari materi singkat yang telah dijelaskan. Dengan pembelajaran yang seperti ini peserta didik merasa bosan dan mulai enggan mengerjakan tugas karena mereka menganggap bahwa tugas yang diberikan terlalu banyak. Pembelajaran daring membuat anak memiliki banyak waktu senggang di rumah. Hal ini juga menjadi keluhan dari orang tua, karena anak lebih sering menggunakan gadget nya untuk main game daripada belajar. Dan biasanya anak-anak lebih sering mengharapkan orang tua untuk mengerjakan tugas mereka
Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan untuk tetap dapat berlangsungnya pembelajaran daring. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran daring. Orang tua dituntut untuk menjadi guru dan membimbing anak-anak nya selama pelaksanaan pembelajaran daring. Orang tua juga harus aktif berinteraksi dengan guru untuk menjelaskan bagaimana kondisi dan perkembangan anak saat belajar dirumah. Orang tua harus mencari cara agar anak-anaknya tidak merasa bosan dengan kondisi belajar yang seperti ini. Orang tua dapat mengajak anak-anaknya berkegiatan lain diwaktu senggang setelah belajar dan mengerjakan tugas, seperi mmemasak, berkebun, membuat kerajinan, juga bermain bersama baik didalam rumah ataupun dihalaman. Orang tua juga dapat memberikan penghargaan kepada anak atas kemandirian dan peningkatan kemampuan anak belajar dirumah. hal ini dimaksudkan agar anak-anak merasa lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran daring.
Dalam kondisi belajar yang seperti ini peserta didik perlu meningkatkan kedisiplinan diri, meningkatkan motivasi belajar, dan meningkatkan kemandirian belajar. Peserta didik perlu mengetahui dampak dari ketidakseriusan dalam belajar. Jika peserta didik bermalas-malasan dan tidak peduli dengan pembelajaran daring beserta tugas-tugasnya mereka akan tertinggal pelajaran sementara standar kompetensi telah ditetapkan.
Dalam hal ini guru harus berinteraksi dengan orang tua peserta didik tentang peningkatan selama belajar dirumah. Guru harus memberikan materi yang penting dan penjelasan yang mudah dipahami kepada peserta didik karena singkatnya proses pembelajaran. Guru juga dituntut untuk mulai membiasakan diri dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi dan lebih aktif dalam membuat dan mencari sumber belajar yang dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan. Meskipun proses pembelajaran dilakukan secara daring, guru tetap harus membangun suasana interaksi yang baik dengan peserta didiknya.