Penyebab Bencana Alam

Penyebab Bencana Alam

Penyebab Bencana Alam

Iriyana Safitri Fanolog

(Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong)

Banjir, kebakaran hutan hingga gunung meletus menjadi bencana yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Pada dasarnya bencana sebenarnya bisa dibedakan menjadi beberapa jenis seperti bencana alam, bencana nonalam hingga bencana sosial.

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antarkomunitas masyarakat.. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror. Jenis bencana yang disebabkan oleh manusia Namun, tak sedikit bencana alam yang terjadi karena ulah manusia yang abai terhadap alam, seperti banjir, kekeringan hingga tanah longsor. Sering kali, banjir dan tanah longsor pada musim penghujan terjadi akibat manusia yang merusak hutan sehingga semakin sedikit tempat untuk menampung air hujan, dan sebagai akibatnya pada musim kemarau terjadi kekeringan. Salah satu bencana yang disebabkan oleh manusia adalah banjir.

Banjir adalah peristiwa atau keadaan saat terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Bencana banjir biasanya terjadi karena curah hujan yang tinggi diatas normal, sehingga sistem pengaliran air yang terdiri dari sungai dan anak sungai alamiah serta sistem saluran drainase dan kanal penampung banjir buatan tidak mampu menampung akumulasi air hujan tersebut meluap. Namun, banjir juga bisa terjadi karena ulah manusia yang membuang sampah sembarangan atau melakukan penggundulan hutan. Sehingga debit air akibat hujan tidak mampu terserap oleh tanah. Penyebab banjir Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah a. Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,  b. Pendangkalan sungai, c. Pembuangan sampah yang sembarangan, d. Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,  e. Pembuatan tanggul yang kurang baik,  f. Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Cara Mengantisipasi Banjir Untuk mengantisipasi bencana banjir banyak hal yang harus dilakukan, di antaranya adalah a. Membersihkan saluran air dari sampah yang dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan terjadinya banjir.  b. Mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air. c. Membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistem-sistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai. d. Tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air.  e. Tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor.  f. Membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus bijak dalam menjaga lingkungan harus berpikir kedepan sebelum bertindak.